Showing posts with label Indikasi Kortikosteroid. Show all posts
Showing posts with label Indikasi Kortikosteroid. Show all posts

Tuesday, February 16, 2016

Kortikosteroid Topikal dan Indikasi Kortikosteroid Topikal



Pada masa kini kortikosteroid topical merupakaan sediaan yang paling banyak dipakai dalam dermatologi, disamping obat-obat anti jamur topical, dan pada saat ini di pasaran dapat dijumpai tidak kurang dari 70 sediaan kortikosteroid topical dengan bermacam – macam nama dagang. Banyaknya sediaan kortikosteroid topical di pasaran selain memang karena perbedaan turunan steroidnya, pada umumnya hanya didasarkan atas perbedaan basis, ada tidaknya kombinasi dengan antimikroba atau kombinasi dengan bahan bahan peningkat penetrasi steroid. Beberapa perusahaan juga memproduksi steroid yang sama tetapi dalam berbagai konsentrasi dan dengan variasi untuk lokasi-lokasi tertentu, seperti untuk kepala atau muka dan sebagainya.
Indikasi
Kortikosteroid Topikal

Penyakit-penyakit yang dapat diobati dengan kortikosteroid topical dapat digolongkan menjadi (Robertson & MAibach):


  • Penyakit-penyakit yang umumnya sangat responsive terhadap pengobatan steroid topical seperti dermatitis atopic, dermatitis seboroik, dermatitis numuler, dermatitis kontak alergi dan iritan, psoriasis pada muka dan genital,, liken simplek, pruritus ani dan dermatitis stasis.


  • Penyakit-penyakit yang kurang responsive terhadap steroid topical seperti lupus eritematosus discoid, liken planum, nekrobiosis lipoidika, granuloma anulare, sarkiodosis dan psoriasis palmo-plantar.


Read More

Sunday, February 14, 2016

Indikasi Kortikosteroid Sistemik Dalam Klinik


Di dalam dermatologi, kortikosteroid dapat digunakan secara sistemik, topikal mauoun intralesi.

PEnggunaaan utama kortikosteroid sistemik (oral atau parenteral) dalam dermatologi meliputi (Spark):

1. Sebagai pelindung jangka pendek pada penyakit-penyakit akut dan berat seperti eritema eksudativum multi forme, urtikaria (dengan penyebab yang sudah jelas), erupsi obat berat, dermatitis kontak alergi akut, dan nekrolisis epidermal toksis.

2. Keadaan-keadaan reaksi alergi atau anafilaksi yang bersifat gawat darurat: syok anafilaksi, gigitan serangga beracun.

3. penyakit penyakit imunologik berat dan sistemik seperti lupus eritematosus, dermatomiositis, dan pioderma gangrenosum.

4. Penyakit penyakit vaskuler tertentu yang diduga berpangkal pada proses imunologi seperti poliaarteritis nodosa, arteritis temporalis, granulomatosis wegener, purpura trombositopenia dan beberapa vaskulitis alergika.

5. penyakit-penyakit kronik yang bersifat fatal seperti pemfigus, pemfigoid bulosa, dan dermatitis ekfoliativa.

6. Keadaan keadaan lain seperti epidermolisis bulosa pada anak, aftosis persisten yang sangat nyeri dan sarkoidosis.

7. Merupakan indikasi relatif pada penyakit penyakit seperti liken planum, retikulosis, ekzem berat, penyakit reiter, sindrom Sjogren, dan kadang-kadang pada akne berat dan hidradenitis supurativa.
Read More
Powered by Blogger.

© 2011 Pengobatan Penyakit Kulit dan Kelamin, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena